Photo by Tim Swaan on Unsplash

Memilih Jalan Kita Sendiri

Kita semua terlahir untuk memilih jalan kita masing-masing.

Jalan yang menuntun kita pada sesuatu yang kita inginkan.

Kadang, dalam perjalanan tersebut, kita bertemu dengan orang-orang yang memilih jalan yang sama dengan kita.

Maka jadilah kita berjalan bersama mereka, menggapai keinginan yang sama juga.

Namun, kadang, tidak semua orang akan terus menetap berjalan dengan kita.

Dan memutuskan untuk memilih jalan yang berbeda dengan kita.

Kita tak bisa ikut dengan mereka, karena kita pun memiliki jalan kita sendiri.

Apakah kita salah karena mereka memilih jalan yang berbeda dengan kita ? Bisa jadi iya, bisa jadi tidak.

Dan apakah mereka salah dengan memilih jalannya sendiri ? Bisa jadi iya, dan bisa jadi tidak juga.

Tentunya masing-masing orang meyakini suatu kebenaran melalui jalan yang mereka pilih.

Walaupun kita memiliki pandangan yang berbeda. Namun kita tidak bisa memaksa atas keyakinan seseorang akan sesuatu.

Tapi, terkadang ada masa ketika seseorang ingin kembali ke jalannya yang lama, bersua kembali dengan kita, atau kita yang ingin bersua kembali dengan mereka.

Kesempatan yang bisa jadi ada, atau bisa jadi tidak.

Yang terpenting adalah, kita yakin sepenuhnya atas jalan yang kita pilih. Mau kita ingin berjalan dengan orang lain di jalan yang sama, mau kita ingin berjalan di jalan yang berbeda, atau bahkan ingin berjalan kembali dengan orang lain, yakini sepenuhnya bahwa yang kamu pilih adalah jalan yang benar.

Sehingga, tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Riduro, hasil refleksi selama 4 hari ke belakang.

--

--

Hopefully become a fulltime learner.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store